{
    "biblio_id": 237,
    "title": "Kolaborasi Pentahelix Dalam Intervensi Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal",
    "type": "Laporan Implementasi Perubahan",
    "gmd_name": "Implementasi Perubahan",
    "publisher_name": "BBPK Jakarta",
    "publish_place": "Jakarta",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "VII., 68hlm.",
    "series_title": "",
    "call_number": "Kemenkes 362.196398 MUL k",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "362.196398",
    "notes": "Stunting merupakan salah indicator prioritas dalam Rencana Pembangunan \r\nJangka Menengah Nasional ( RPJMN) 2020-2024. Berdasarkan hasil Survei \r\nStatus Gizi  Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), capaian \r\nstunting masih jauh target. Untuk tahun 2023, dengan target 16%, capaian hanya \r\n21,6%. Sedangkan tahun 2024 dengan target 14%, capaian hanya 21,5%. Oleh \r\nkarena itu diperlukan akselerasi untuk penurunan stunting. Permasalahan stunting \r\nselain permasalahan di aspek Kesehatan diperlukan juga peran lintas sektor diluar \r\nsektor Kesehatan.  \r\nPada bulan Juni 2024 Kementerian Kesehatan bersama dengan pemerintah \r\ndaerah, dan Puskesmas  melakukan Gerakan Pengukuran Serentak untuk dapat \r\nmenyisir seluruh sasaran ( Balita dan Ibu Hamil ) dengan mendorong seluruh \r\nsasaran datang ke Posyandu  . Hasil pengukuran Balita di bulan Juni 2024 , data \r\ntarikan per 5 Juli, 2024 adalah sebagai berikut : Dari 16.923.207 sasaran balita riil \r\ndi lapangan, telah dilakukan pengukuran ( penimbangan berat badan dan \r\npengukuran tinggi badan) sebesar 16.378.085 (96,78%) . dari balita yang diukur \r\ndidapatkan 5.805.481(35,45%) balita bermasalah gizi dan hanya 280.033 (4,82%) \r\nbalita bermasalah gizi dilakukan intervensi. Melihat data tersebut diatas diperlukan \r\nakselerasi upaya pencegahan stunting dengan melakukan intervensi bagi balita \r\nbermasalah gizi.  \r\nSalah satu intervensi untuk  Balita bermasalah gizi adalah Pemberian Makanan \r\nTambahan (PMT) berbasis pangan lokal . Pemberian Makanan Tambahan (PMT) \r\nberbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi \r\npada Balita yang bertujuan meningkatkan berat badan Balita secara adequat dan \r\nKolaborasi Pentahelix Intervensi Pencegahan Stunting melalui PMT Lokal  \r\nperbaikan status gizi. Penyelenggaraan PMT lokal dapat menggunakan anggaran \r\nDana Alokasi Khusus (DAK) non Fisik maupun dari pihak swasta. pembiayaan \r\nPMT lokal bisa berasaal dari sumber pembiayaan, APBN, APBD maupun dari \r\nsektor swasta. Anggaran PMT lokal tahun  2024 dari dana APBN sebesar \r\n1.902.820.000.000 rupiah. Sampai tanggal 15 Juni serapan anggaran sebesar \r\n293.195.723.737 rupiah ( 15,41%). Untuk mempercepat pemanfaatan dana PMT \r\nlokal, sehingga Balita bermasalah gizi segera tertangani diperlukan kolaborasi \r\ndengan lintas sektor dan swasta, Kolaborasi ini diharapkan mendorong \r\npemerintah daerah untuk melakukan akselerasi pemanfaatan PMT lokal.  \r\nUntuk mengatasi permasalahan terkait intervensi pencegahan stunting melalui \r\npemberian PMT lokal  , dibutuhkan sinergi dan kerja sama salah satunya dengan \r\nstrategi kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix merupakan model dalam \r\nmengembangkan sinergi antar-instansi terkait dalam upaya mencapai tujuan \r\ndengan  melibatkan kolaborasi lima unsur subjek atau stakeholder  meliputi: \r\nakademisi, swasta, komunitas, pemerintah, dan media.  \r\nTujuan jangka pendek dari proyek perubahan  \r\n1. Realisasi  anggaran PMT lokal meningkat \r\n2. Terbentuknya forum kemitraan pencegahan dan penurunan stunting \r\n3. Adanya model kerjasama dengan Publik Private Partnership \r\n4. Tersedianya dashboard Balita bermasalah gizi mendapat intervensi dan \r\npemanfaatan PMT  \r\nDengan adanya kolaborasi dari level pusat-daerah, sektor kesehatan-non \r\nkesehatan, pemerintah-swasta diharapkan prevalensi stunting dapat segera turun \r\nmelalui upaya intervensi pencegahan stunting.\r\nKolaborasi Pentahelix Intervensi Pencegahan Stunting melalui PMT Lokal",
    "image": "MULARSIH_RESTIANINGRUM.png.png",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "(Cover) Kolaborasi Pentahelix Dalam Intervensi Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "(Lampiran) Kolaborasi Pentahelix Dalam Intervensi Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "Mularsih Restianingrum",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Growth Disorders",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Kepemimpinan Nasional",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-07-21 09:51:26",
    "last_update": "2025-08-08 14:15:23"
}