{
    "biblio_id": 220,
    "title": "Penanganan Stunting Berbasis Sistem Digital Tanggap Darurat Di Propinsi NTT Antar Stakeholder Kesehatan Secara Kolaborasi",
    "type": "Laporan Implementasi Perubahan",
    "gmd_name": "Implementasi Perubahan",
    "publisher_name": "BBPK Jakarta",
    "publish_place": "Jakarta",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "VII., 107hlm.",
    "series_title": "",
    "call_number": "Kemenkes 363.348 EDI p",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "363.348",
    "notes": "Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan Stunting 14 persen \r\npada tahun 2024. Menurut Presiden, stunting masih menjadi masalah \r\nbesar yang harus segera diselesaikan di Tanah Air. Apalagi stunting \r\ndapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia sebuah negara, \r\nbukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga \r\nkesehatan hingga kemampuan berpikir anak. Kapolri Jenderal Listyo \r\nSigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut \r\nmembantu program Pemerintah dalam rangka menurunkan angka \r\nStunting di seluruh Indonesia. Sigit menegaskan, jajarannya khususnya \r\npara Kapolres di seluruh Indonesia harus turun langsung ke lapangan \r\nguna mengecek apabila ada orang tua dan anak yang membutuhkan \r\ntambahan gizi. Permaslahan di Stunting di Indonesia menjadi perhatian \r\npemerintah, hal ini dapat dilihat dari data data statistik bahwa 1 dari 3 \r\nBalita di Indonesia menderita Stunting dan hal tersebut sudah menyebar \r\nhampir semua propinsi di Indonesia. Perkiraan jumlah kasus stunting di \r\nIndonesia mencapai 4 Juta sedangkan untuk di Dunia mencapai 55 Juta \r\nsehinggan posisi Indonesia cukup vital , hampir 10 persen kasus Stunting \r\ndi Dunia 10 persennya terjadi di Indonesia. \r\n \r\nKolaborasi yang dibangun antar Lembaga negara dimulai dari tingkat \r\npedesaan\/kelurahan , wilayah sampai nasional. Kegiatan proper antara \r\nlain FGD, Komitmen Bersama, SOP sistem Kolaborasi,  Inovasi Sistem \r\nTanggap Darurat Stunting Melalui Kolaborasi Antar Stakeholder ,Posko \r\nStunting Bersama, Sosialisasi & Implementasi Sistem Tanggap Darurat \r\nStunting Proyek perubahan ini merupakan suatu perspektif kolaborasi \r\nantar Lembaga pemerintah dan juga sebagai peran Biddokes dalam \r\nmeningkatkan kinerja pelayanan publik khusunya bidang Kesehatan. \r\nOutcome dari Proyek Perubahan ini adlah terimplementasikannya \r\nSistem Kolaborasi Dalam Pencegahan Penanganan Stunting Secara \r\nCepat di Propinsi NTT Melalui Sistem Berbasis Digital",
    "image": "EDI_SYAHPUTRA_HASIBUAN.png.png",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "(Cover) Penanganan Stunting Berbasis Sistem Digital Tanggap Darurat Di Propinsi NTT Antar Stakeholder Kesehatan Secara Kolaborasi"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "(Lampiran) Penanganan Stunting Berbasis Sistem Digital Tanggap Darurat Di Propinsi NTT Antar Stakeholder Kesehatan Secara Kolaborasi"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "Edi Syahputra Hasibuan",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Emergency Management",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Kepemimpinan Nasional",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-07-17 10:45:22",
    "last_update": "2025-08-07 10:34:47"
}